mpo212 – Pakar Ungkap Dampak Kesehatan dari Wacana Pelarangan Operasi Angkutan AMDK Saat Lebaran

mpo212 – Pakar Ungkap Dampak Kesehatan dari Wacana Pelarangan Operasi Angkutan AMDK Saat Lebaran

mpo212 – Pakar Ungkap Dampak Kesehatan dari Wacana Pelarangan Operasi Angkutan AMDK Saat Lebaran #mpo212

Suara.com – Wacana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melarang angkutan air minum dalam kemasan (AMDK) beroperasi pada musim lebaran menuai pro dan kontra.

Pasalnya, aturan tersebut bisa bikin kelangkaan air minum di masyarakat yang bisa beresiko terhadap kesehatan.
Praktisi Kesehatan dr. Hartati B Bangsa mengatakan saat ini air minum itu sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal itu disebabkan sekitar 70 persen kebutuhan air dalam tubuh itu digunakan untuk menunjang metabolisme tubuh.

“Konsumsi air yang cukup itu untuk membantu efektifitas metabolisme kita bekerja dengan baik. Jadi, sudah menjadi bahan utamalah bagi tubuh kita sehingga tidak bisa disepelekan keberadaannya,” ujarnya.

Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)

 
Menurut dr.Tati, sapaan akrabnya, orang yang mengalami kekurangan air dalam tubuhnya atau dehidrasi memiliki gejala-gejala seperti munculnya rasa haus, fisik terasa lemah dan lesu, bibir pecah-pecah, dan urin berwarna coklat atau pekat. Untuk orang-orang usia produktif, masalah kekurangan air minum ini mungkin tidak terlalu berbahaya.

Baca Juga:
Apa yang Terjadi Jika Pengusaha AMDK Tidak Perbesar Ukuran Kemasan Sesuai Aturan Pemerintah?

“Tapi, untuk ibu hamil, orang tua apalagi lansia dampaknya bisa menjadi mengkhawatirkan. Apalagi pada kasus-kasus yang ditambahi dengan diare dan segala macam,” tuturnya. 
 
Sementara, kata dr. Tati, untuk anak-anak usia 0-2 tahun, asupan komponen-komponen ASI dari ibunya kemungkinan sudah cukup untuk memenuhi cairan tubuhnya. Tapi, untuk anak-anak balita yang cukup atraktif, menurutnya, kondisi asupan airnya justru harus dipenuhi dengan mengkonsumsi air minum yang cukup.

“Kalau tidak, metabolisme tubuhnya akan terganggu. Nutrisi saraf yang membutuhkan cairan yang cukup banyak juga akan terganggu, dan lain-lain,” ungkapnya.
 
Dia menuturkan untuk usia produktif, dibutuhkan 7 sampai 8 gelas atau setara dengan 1,7 – 1,8 liter air minum dalam sehari. 1,7-1,8 liter perhari itu kalau usia-usia produktif, 7 sampai 8 gelas. Sedang ibu hamil membutuhkan tambahan ekstra sekitar 200 sampai 300 mililiter lagi per hari. Kalau untuk ibu menyusui, tambahannya 3 gelas lagi atau setara dengan 600-700 mililiter lagi. Untuk kebutuhan lansia, tambahan kebutuhan air minumnya perhari itu sekitar 6 gelas atau 1,2 liter lagi dari ukuran usia produktif.

 “Sementara, kalau pada anak-anak usia 1-3 tahun, kebutuhan air minumnya 1,2 sampai 1,3 liter perhari. Kalau usia 4-8 tahun, hampir sama dengan kebutuhan pada orang-orang dewasa yaitu 1,7 liter,” katanya.
 
Pada beberapa kondisi, menurut dr Tati, tubuh orang yang mengalami dehidrasi juga bisa panas atau demam. Hal itu biasanya dirasakan orang yang beraktifitas sangat berat dan kurang minum. “Orang dalam kondisi seperti ini terkadang suhu badannya suka naik,” ucapnya.
 
Dia mengatakan dalam keadaan dehidrasi yang cukup berat, itu bisa menyebabkan gangguan aliran darah, ginjal, usus,  dan menyebabkan jantung lebih cepat berdetak, terjadinya diare dan muntah-muntah. “Bahkan, pada beberapa kasus orang itu bisa kejang-kejang dan pingsan karena terjadinya penurunan kesadaran,’ ujarnya.



mpo212 – Pakar Ungkap Dampak Kesehatan dari Wacana Pelarangan Operasi Angkutan AMDK Saat Lebaran

mpo212 adalah agen BO SLOT ONLINE terbesar Saat ini di Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi dalam hal melayani dan membantu masalah yang dihadapi member dalam hal pembuatan akun dan masalah games. Hanya dengan 1 User ID anda bisa bermain semua game, buruan daftar di mpo212.

Selamat datang di mpo212 dapatkan penawaran spesial dari kami:

mpo212 Menyediakan Bonus di bawah ini :

👉bonus New member 20%
👉Bonus Harian 10%
👉Bonus Event FreeSpin
👉Bonus Event Koi Gate
👉Bonus rollingan & cashback

Support by : mpo212
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *